Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

5 ciri muslimah yang cocok untuk dijadikan sebagai Pendamping Hidup

Written By GOJEK #GolekRejeki on Sunday, October 02, 2016 | 13:18

Anda belum menikah dan ingin mencari pasangan yang ideal. Kira-kira kriteria seperti apakah yang anda inginkan tentang calon istri yang didamba. Apakah yang cantik, kaya , pintar atau yang seperti apa? Berikut ini adalah 5 ciri muslimah yang cocok untuk dijadikan sebagai istri atau pun pendamping hidup menurut Islam

1.    Taat Beragama
Taat beragama merupakan syarat mutlak bagi calon istri kita jika ingin mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akhirat. Siapapun dia, bagaimanapun rupanya, dari keluarga manapun jika dia benar-benar taat dalam menjalankan ajaran igama dan memahami esensi dari ajaran agamanya, maka dipastikan dia akan memiliki akhlak yang mulia dan bisa diajak untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama-sama. Dalam Surah An-Nisa Ayat 34, Allah berfirman yang artinya : “Sebab itu, maka wanita – wanita yang shalih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak berada di tempat. Oleh karena Allah telah memlihara mereka...”. (QS. An-Nisa : 34).

2.    Penuh Cinta Kasih
Salah satu naluri yang dimiliki oleh wanita khususnya muslimah adalah dalam dirinya penuh dengan cinta dan kasih. Hal ini seperti apa yang ada dalam Al-Qur’an, dimana Allah berfirman, yang artinya : “Dan di antara tanda – tanda kekuasaannya, Dia ciptakan untuk kalian istri – istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-ruum : 21).
Dan bisa dibuktikan, apabila seorang wanita tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang, bisa dipastikan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya akan terganggu, termasuk hubungan dengan suami dan anak-anaknya

3.    Masih Gadis
Semua orang pasti mendambakan istri yang masih gadis dan belum pernah dijamah oleh orang lain. Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam sebuah riwayat, dimana dikisahkan jika Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Jabir R.A : “Apakah kamu menikahi gadis atau seorang janda?” Jabir R.A pun lantas menjawab pertanyaan Rasul tersebut : “Seorang janda wahai Rasul.” Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?” Untuk itu, wahai para anak gadis, jagalah hartamu yang paling berharga tersebut, serahkan hanya pada yang berhak yaitu suami sahmu setelah melalui ijab qabul.

4. Subur
Salah satu tujuan mengikat tali perkawinan adalah untuk mendapatkan keturunan, oleh karena itu, carilah wanita yang subur ketika memilih istri. Hal ini senada dengan apa yang ada di dalam sebuah hadits, dimana Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya : “Menikahlah dengan wanita – eanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak.”

5. Berasal dari Keturunan yang Jelas
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya : “Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka Pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari Muslim). Kalau dalam budaya jawa dikenal istilah bibit, bobot lan bebet dimana keturunan yang jelas menjadi pangkal dari ketiga hal tersebut.



13:18 | 0 comments

Lima Tips Mengajarkan Puasa pada Anak

Written By GOJEK #GolekRejeki on Monday, June 06, 2016 | 11:28

Puasa adalah salah satu ibadah yang ditekankan dalam ajaran Agama Islam yang menjadi perintah Allah bagi orang-orang yang beriman. Dengan menjaga tidak makan dan minum, menjaga perbuatan dan pikiran dari sebelum terbit fajar hingga menjelang magrib, diharapkan umat Islam yang menjalankan ibadah tersebut dengan benar akan menjadi pribadi-pribadi yang labih baik lagi sehingga lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Untuk anak-anak, ibadah puasa kadang menjadi beban tersendiri, sehingga diperlukan beberapa upaya agar mereka bisa menjalankan ibadah tersebut sesuai dengan nalar dan kemampuannya masing-masing. Berikut ini adalah 5 hal yang bisa kita lakukan untuk mengajak anak-anak berpuasa

1. Memberikan Pengertian tentang Puasa
Sebelum melakukan sesuatu, biasanya anak-anak akan bertanya terlebih dahulu alasan melakukan kegiatan tersebut termasuk puasa. Oleh karena itu berikan pemahaman tentang puasa pada anak dengan gaya bahasa yang mudah mereka mengerti. Berikan pengertian kepada anak tentang arti dan manfaat puasa, bukan hanya dari segi agama, namun juga dari segi kesehatan. Tanamkan puasa sebagai ibadah, menghindari mereka dari rasa marah, sedih, dan dendam, dan sebagainya.

2. Memberikan Contoh dan Teladan dalam Berpuasa
Sudah menjadi sifat anak untuk meniru dan engikuti apa saja yang dilakukan oleh orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, ketika mengajari anak-anak berpuasa dan sholat 5 waktu, kita harus bisa memberikan contoh nyata kepada anak-anak tentang pola hidup dan ibadah yang benar di depan mereka ketika sedang berpuasa. Hal ini merupakan cara paling ampuh mengajarkan mereka pentingnya berpuasa.

3.Mengajak Sahur dan Berbuka
Bagi anak-anak yang sudah cukup besar ( 5 tahun ke atas) ada baiknya mereka diajak  untuk bangun dan makan sahur sesuai jadwal, melakukan sholat, sahur, dan berbuka puasa bersama meskipun mereka tidak berpuasa. Ada baiknya anak-anak dibuatkan makanan sahur dan buka puasa yang menjadi favorit mereka sebagai bentuk motivasi.

4. Melibatkan Anak-Anak untuk Menyiapkan Makanan

Waktu-waktu menjelang berbuka puasa merupkan waktu yang krusial bagi anak-anak karena mereka akan merasa di titik lemah dan jenuh dalam menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, sambil menunggu waktu berbuka puasa, lakukan kegiatan yang menyenangkan bersama anak. Anda bisa melibatkan mereka ambil bagian dalam pemilihan menu saat sahur dan berbuka. Ajak mereka memasak dan menyiapkan menu atau hidangan untuk sahur dan berbuka puasa.  Dengan melakukan cara ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada anak jika puasa bukanlah sebuah beban.

5. Memberikan  Reward Sebagai Motivasi

Khusus bagi anak-anak, penghargaan bisa dijadikan sebagai motivasi atau panjingan dalam mengajarkan ibadah puasa. Kita bisa memberikannya hadiah sebagai bentuk motivasi jika anak sukses menjalankan puasa seharian penuh atau menjalankan puasa selama seminggu 3 kali. Berikan hadiah bermanfaat yang memang menjadi kesukaannya.  .
(Sumber: www.glitzmedia.co)
11:28 | 0 comments

Total Pageviews

Categories