Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Gara-gara nama, lima orang ini bernasib sial

Written By Blogger on Thursday, October 16, 2014 | 00:32


Punya nama unik tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Orang tua sebagai pemberi nama juga pasti ingin anaknya punya nama yang bagus. Dalam nama terselip doa orang tua, katanya. Berbagai kasus unik bisa terjadi gara-gara nama. Sejumlah orang di pelbagai belahan dunia pernah mengalami nasib sial gara-gara nama mereka terlalu unik atau aneh. Siapa saja dan bagaimana kisah unik atau aneh mereka? Berikut ulasannya seperti dilansir oddee.com

1. Pria Amerika bernama Cocaine didakwa kasus narkotika

Seorang pria asal Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, mengejutkan seorang hakim di pengadilan dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang. Pasalnya pria itu bernama Edward Cocaine.
Dia didakwa memiliki barang haram itu. Dari surat izin mengemudi (SIM) nama yang tercantum juga Edward Cocaine.
Dia mengatakan nenek moyangnya berasal dari Yunani dan menjadi imigran di Amerika lalu mengubah nama keluarga menjadi Cocaine.
Kabar baiknya, hakim pengadilan membebaskan dia dari segala tuduhan tanpa jaminan.

2. Keluarga Australia punya putri bernama Isis

Sebuah keluarga di Kota Sydney, Australia meradang dan meminta pada media agar kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam tidak disingkat ISIS. Ini lantaran kependekan itu persis nama putri mereka kini usianya delapan tahun.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (30/9), putri dari keluarga Leskiens ini biasa dipanggil dengan nama Isis. Namanya memang diambil dari panggilan dewi Mesir kuno namun kini mengacu pada ekstremis itu.
Orang tua Isis berharap banyak orang mengakhiri korelasi antara nama anaknya dan kelompok teroris itu. Bisa jadi ini juga dialami oleh ribuan perempuan sejagat sama-sama bernama Isis.
"Itu nama yang indah. Kami menghabiskan waktu begitu lama memilih nama Isis," ujar Frank, ayah Isis.
Isis telah digunakan Frank bagi putrinya saat masih di dalam rahim delapan tahun lalu.


3. Nama terdengar mirip Al-Qaidah, perempuan Prancis dilarang ke Amerika

 Perempuan muda asal Prancis bernama Aida Alic dilarang masuk ke Amerika Serikat lantaran namanya terdengar mirip Al-Qaidah. Aida, 33 tahun, berencana pergi berlibur dari Jenewa, Swiss, menuju Kota New york, Amerika Serikat, bersama suami dan kedua anaknya, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Ahad (28/4). Petugas dari Swiss Airlines mengatakan dia ditolak masuk ke Amerika dan dipaksa membatalkan liburannya. Setelah dia kembali ke rumahnya di Chambery, Pegunungan Alpen, Prancis, dia mencari keterangan di Internet dan menemukan namanya di paspor terbaca 'Alic Aida' atau terdengar seperti Al-Qaidah.
"Ketika teman saya mengolok-olok nama saya, saya tidak apa-apa, tapi ini sudah keterlaluan. Apalagi nama saya diucapkan 'Alitch'," kata Aida.
Dengan dibatalkannya liburan dan itu, Aida harus kehilangan uang Rp 44 juta lantaran uang tiket pesawatnya tidak bisa dikembalikan.
Aida masih berusaha supaya liburannya di New York bisa terlaksana, namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak imigrasi. Kedutaan Amerika Serikat di Paris mengatakan tidak mau berkomentar atas kasus larangan masuk ke Amerika bagi setiap individu. Pada 2012 ada sekitar 21 ribu nama dalam daftar orang yang dicurigai bisa berbuat teror.

4. Pria Diplomat Pakistan punya nama Penis Besar
Pada 2010 seorang diplomat Pakistan ditolak menjadi duta besar Arab Saudi karena namanya Akbar Zeb. Dalam bahasa Arab nama diplomat berpengalaman itu berarti "Penis Besar".
Pejabat Saudi rupanya merasa terganggu dengan nama diplomat itu. Akbar Zeb sebetulnya bukan orang sembarangan. Dia sudah berpengalaman menjadi perwakilan Pakistan untuk sejumlah negara seperti Kanada dan Afrika Selatan.

5. Pria Amerika bernama Tuhan disuruh ganti nama
Seorang pria asal Brooklyn, Kota New York, Amerika Serikat, mengklaim agen kartu kredit salah mengurus transaksi keuangannya karena dia punya nama God (Tuhan). Menurut surat kabar the New York Post, God Gazarov mengajukan tuntutan hukum kepada agen kartu kredit Equifax karena menolak membetulkan sistem komputer mereka sebab nama dia Tuhan. Dia mengatakan Equifax bahkan menyuruh dia ganti nama untuk mengatasi masalahnya itu. Gazaraov berasal dari Rusia. Nama itu dia dapatkan sesuai nama kakeknya. Pria 26 tahun itu punya toko perhiasan dan lulusan dari Brooklyn College.

Sumber:  http://www.merdeka.com