Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

5 Sikap Fair Play Terhebat di Dunia Sepakbola

Written By Blogger on Friday, March 14, 2014 | 06:55

Gelandang Werder Bremen, Aaron Hunt, menjadi pemain teranyar yang menunjukkan sikap fair play pada pertandingan Bundesliga melawan Nuerenberg, Minggu 9 Maret 2014. Karena sikapnya yang menolak hadiah tendangan penalti, gelandang timnas Jerman itu diyakini akan menjadi salah satu kandidat penerima FIFA Fair Play Award 2014.

Sikap sportivitas yang diperlihatkan Hunt merupakan salah satu hal yang jarang terjadi di dunia sepakbola. Seperti dikutip dari Bleacher Report, berikut ini 5 sikap fair play terhebat di dunia sepakbola:



1. Lillestrom Vs Brann
Pada pertandingan Liga Norwegia antara Lillestrom melawan Brann, 13 Mei 2012, terjadi insiden yang cukup aneh. Semuanya bermula ketika salah satu pemain Lillestrom mengalami cedera pada menit ke-49. Kubu Lillestrom yang sedang melakukan penguasaan bola kemudian memutuskan untuk membuang bola.
Sebagai bentuk fair play, pemain Brann, Erik Mjelde, kemudian membuang bola ke arah gawang Lillestrom, dengan harapan kiper Stefan Magnusson menangkapnya. Namun, Magnusson justru tidak mampu mengantisipasi tendangan lambung Mjelde, dan jala gawang Lillestrom pun bergetar. Para pemain Lillestrom kemudian meluapkan amarahnya terhadap Mjelde, pasalnya tim mereka semakin tertinggal 2-4 dari Brann.
Karena mengetahui Mjelde tidak sengaja membobol gawang Lillestrom, kubu Brann memutuskan untuk memberi tuan rumah satu gol. Para pemain Brann membiarkan striker Lillestrom, Bjorn Bergmann Sigurdarson, menjebol gawang mereka. Kedudukan 4-3 untuk Brann pun bertahan hingga laga usai.

2. Costin Lazar
Ketika masih memperkuat Rapid Bucuresti, Lazar menunjukkan sikap fair play yang sangat luar biasa. Pada pertandingan melawan Otelul Galati di Liga Rumania, Maret 2009, wasit memberi Rapid tendangan penalti setelah menganggap Alexandru Bourceanu melanggar Lazar. Kedudukan saat itu masih imbang 0-0, dan Rapid sedang berusaha menjauhi zona degradasi.
Dalam tayangan ulang, memang terlihat adanya kontak antara Bourceanu dengan Lazar. Namun, Lazar kemudian mengatakan kalau Bourceanu tidak melakukan pelanggaran dan melakukan tekel yang adil. Mendengar pengakuan bek timnas Rumania tersebut, wasit kemudian mengubah keputusannya. Pemain Rapid, Ovidiu Herea, kemudian menendang bola ke luar lapangan hingga Otelul mendapat tendangan gawang.

3. Robbie Fowler
Legenda Liverpool tersebut mendapat penghargaan UEFA Fair Play 1997 atas kejujuran ketika melawan Arsenal di Highbury. Ketika itu, The Reds mendapat tendangan penalti setelah kiper David Seaman dianggap melanggar Fowler. Menariknya, mantan striker timnas Inggris itu menolak keputusan wasit. Sayangnya, usaha Fowler untuk membujuk wasit tidak berhasil.
Wasit tetap memberi Liverpool tendangan penalti, yang kemudian diambil sendiri oleh Fowler. Mantan pemain Manchester City itu menendang bola dengan lemah ke pojok kiri bawah dan berhasil diblok Seaman. Namun, bola rebound berhasil dikonversi menjadi gol oleh Jason McAteer.
Usai pertandingan, Fowler membantah telah memberitahu arah penaltinya kepada Seaman. "Sebagai striker, sudah menjadi tugas saya untuk mengambil penalti tersebut. Saya selalu berusaha mencetak gol. Saya tidak punya niat untuk sengaja tidak membobol gawang lawan. Itu penalti yang buruk," ujar Fowler.

lazada.co.id 4. Frank Ordenewitz
Ordenewitz memang hanya pernah memperkuat timnas Jerman Barat sebanyak dua kali. Namun, nama pemain kelahiran Bad Fallingbostel itu tidak akan pernah dilupakan publik sepakbola Jerman. Pada 1988, Ordenewitz meraih FIFA Fair Play Award karena tindakannya yang mengaku melakukan handball saat masih memperkuat Werder Bremen.
Pada pertandingan Bundesliga melawan FC Koeln, 7 Mei 1988, Ordenewitz mengaku kepada wasit telah melakukan handball di kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih. Koeln akhirnya meraih kemenangan 2-0 di laga tersebut.

5. Paolo Di Canio

Siapa sangka bad boy seperti Di Canio pernah menyabet penghargaan FIFA Fair Play Award. Penghargaan itu diterima Di Canio pada 2001, menyusul tindakan fair play yang ditunjukkannya saat masih memperkuat West Ham United. Ketika melawan Everton di Goodison Park pada Desember 2000, Di Canio dengan sportif menghentikan pertandingan ketika melihat kiper, Paul Gerrard, mengalami cedera di luar kotak penalti saat ingin membuang bola.
Saat itu, kedudukan masih imbang 1-1, dan Di Canio bisa dengan mudah mencetak gol dengan sundulan. Namun, mantan pelatih Sunderland itu justru menangkap bola agar Gerrard mendapatkan perawatan medis. Sikap yang membuat Di Canio mendapat standing applause dari publik Goodison Park.

Sumber: vivabola