Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Lima Tradisi Unik Di Indonesia menjelang Bulan Ramadhan

Written By Blogger on Sunday, June 05, 2016 | 11:11


1. Dugderan, Semarang
DugderanDugderan adalah tradisi unik berupa festival yang rutin tiap tahun diadakan oleh masyarakat di Semarang untuk menyambut bulan Ramadhan. Dugderan sendiri berasal dari kata ‘dug’, yang artinya bunyi bedug menandakan awal puasa, dan ‘der’, yang merupakan bunyi meriam. Tradisi ini biasa diadakan di Masjid Besar Kauman, kawasan Pasar Johar, Semarang. Kalo dulu Dugderan dikenal dengan arak – arakan sambil menabuh bedug yang dikawal oleh prajurit Kadipaten Semarang. Sedangkan sekarang, Dugderan dikemas dalam bentuk pasar malam.

2.  Meugang, Banda Aceh
Meugang“Meugang” adalah nama sebuah tradisi khas warga di kota “Serambi Mekah” dalam menyambut Ramadhan dengan menyembelih kerbau atau kambing. Konon, tradisi ini sudah dilakukan sejak tahun 1400 Masehi, atau sejak zaman raja-raja Aceh.  Menjelang bulan puasa, masyarakat sudah sibuk menyembelih hewan kurban, baik sapi, kerbau ataupun kambing sehari menjelang puasa. Anggota keluarga sudah sibuk sejak pagi untuk mengolah daging yang banyak untuk disantap bersama anggota keluarga, kerabat, tetangga atau anak yatim piatu.

3.  Balimau, Sumatera Barat
BalimauRitual unik di kota Sumatera Barat ini dilakukan dengan tujuan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin dalam menyongsong datangnya bulan Ramadan. Warga akan datang bermain dan berendam bersama di sungai, baik pria maupun wanita dari segala usia. Usai melakukan berendam, warga akan disiram perasan jeruk nipis yang sudah dicampur dengan kembang tujuh rupa dan dilakukan sebelum matahari terbenam.  Para peserta di siram dengan air perasan jeruk nipis karena mengikuti tradisi pelaksanaan balimau pada jaman dahulu dimana masyarakat belum mengenal sabun. Saat itu masyarakat setempat menggunakan jeruk nipis atau limau untuk membersihkan tubuh.

4. Jalur Pacu, Riau
Jalur PacuDi Provinsi Riau, tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi, memiliki tradisi unik yang digelar setiap menjelang bulan suci Ramadhan yang disebut dengan Jalur Pacu, yaitu ajang lomba dayung yang digelar di sebuah sungai. Acaranya sangat meriah karena di kanan-kiri sungai masyarakat berjejer untuk menonton hebohnya peserta yang mendayung perahu tradisional untuk memenangkan perlombaan. Acara ini biasanya diadakan hingga matahari terbenam, dimana masyarakat Riau kemudian melakukan tradisi puasa lain bernama Balimau Kasai atau bersuci. Pesta rakyat yang sudah dilakukan secara turun-temurun ini memang meriah dan sangat dinanti oleh masyarakat dalami menyambut bulan Ramadhan.

5. Belangiran, Lampung
BelangiranMasyarakat Lampung mengenal sebuah tradisi yang disebut “Belangiran”, yaitu tradisi penyucian diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Belangiran sebenarnya berasal dari kata “langir” yang berarti mandi.  Mandi yang dimaksudkan adalah bukan mandi hari-hari biasa, tetapi merupakan mandi suci yang berfungsi untuk menghilangkan balak, atau apes atau buang sial, atau lebih tepatnya mandi untuk penyembuhan. Dalam pelaksanaan tradisi ini, sepuluh pasangan muda-mudi akan di daulat untuk membawa seperangkat alat ritual berisi kembang tujuh rupa, air suci dari kaki Gunung Betung dan Merang, serta tangkai padi yang mengering. Kemudian membasuh muka dengan mencampur abu merang dan saling siram di sebuah sungai.